Perak Nikel

Perak nikel sering juga disebut sebagai perak jerman, argentann, paktong, perak baru, campuran nikel atau alpaca. Logam ini terdiri dari campuran tembaga, nikel dan seng. Formulasi umumnya terdiri dari 60% tembaga, 20% nikel dan 20% seng sehingga menghasilkan logam seperti perak. Apalagi setelah di elektro plating atau di krom warna perak , maka logam ini akan benar-benar terlihat perak sesungguhnya.

Kata perak nikel diambil karena campuran logam tanpa perak ini menghasilkan logam yang terlihat seperti perak.

Perak nikel ini awal nya sangat popular digunakan sebagai peralatan makan seperti piring, sendok, pisau, garpu dan sejenisnya. Bahkan hingga berkembang untuk kebutuhan resleting, kunci, perhiasan handmade, alat musik, jalur rel, hingga kebutuhan industri berat.

Namun perlu diingat bahwa tembaga umumnya berbahaya apabila digunakan untuk makanan dan minuman. Karena pada jangka lama dapat menyebabkan sirosis (hati) pada kesehatan manusia.

Untuk nama alpaca sendiri dinamakan oleh Berlin dan Ernst August Geitner yang telah menemukan campuran logam perak nikel.

Tentu saja akibat warnanya yang mendekati perak, maka logam ini juga digunakan untuk fraud / menipu dan menghasilkan koin logam perak dimana bahan dasarnya bukan lah perak.

Untuk mengetahui perbedaan perak dengan perak nikel kita dapat menggunakan larutan asam penguji, menggunting logam hingga dapat melihat logam di dalam nya. Perak asli akan tetap memiliki kualitas warna yang berbeda dengan perak nikel sebelum di elektro plating / diwarnai lapisan perak.

Got something to say? Go for it!